Monday, 26 August 2013

balada para pendayu

pict source: http://www.ignant.de/2012/09/25/dreamer/

Seperti irama melayu kemarin senja, semua begitu manja dengan para penenun melodi. Menikmati setiap kata yang dipeluknya sendiri. Dalam bahasa yang merekam rasa dan nuansa.

Seperti potongan roll romantisme selepas senja, semua begitu percaya dengan sandiwara. Mengagumi setiap lakon yang membiaskan dirinya. Karna menikmati luka adalah suka.

Seperti alur sajak menuju penghujung senja, semua begitu mesra dengan para pujangga. Mengutip setiap risau dalam lembar kisahnya. Dengan alamat yang tak pernah ia kirimi.

Lalu coba takar. Semua nada, gerik, dan bahasa. Sampai di mana semua akan usai mengharu biru. Setidaknya untuk berlabuh di dermaga yang baru. Karna hati bukan hanya milik para pendayu.

Hening

Selamat menunggu fajar, karna malam tak selalu mengabadikan mimpi.

No comments:

Post a Comment