Sunday, 28 April 2013

Tentang ja(t)uh

pict source: azharologia.com

Menikmatimu, aku mungkin akan menjadi seseorang yang pelit. Pelan-pelan pengunyah metafora yang kau rangai apik. Memilahnya satu demi satu sebelum kutelan habis ke dalam tubuhku. Membaginya dalam jeda waktu yang panjang. Karna aku tak mau menyudahi sebendel naskah hitam ini hanya dalam sekejap.

Bahkan sampai menuliskan ini pun aku belum menghabiskan setengahnya. Bukan karna aku enggan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memaknai diorama bahasamu. Tapi aku menolak untuk menjadi candu.

Kalau tidak salah ingat, dokter selalu mengingatkan. Sebotol pil jangan langsung dilumat seluruhnya. Kau hanya perlu satu atau dua tablet setiap harinya. Dan ja(t)uh-mu itu mungkin ku analogikan seperti obat penenang. Entah itu hanya sebagai camilan penutup senja atau mungkin penawar duka masa lalu.

Biar saja. Karna aku lebih memilih sembuh perlahan-lahan.

No comments:

Post a Comment