Friday, 3 May 2013

Kehilangan

pict source: xswallpapershd.blogspot.com

Ada lagi yang hilang Tuhan. Sesuatu yang memang bukan bagian dariku, tapi cukup menyisakan rasa. Entah dalam bentuk dan wujud apa pun. Aku selalu benci mengikhlaskan sesuatu. Bahkan sedari kecil, aku hanya akan merengek, memohon yang meninggalkan akan tetap bertahan. Bersama menjaga waktu agar jauh lebih lama. Kalau perlu tanpa batas. Lepas

Ada lagi yang berduka Tuhan. Walau bukan refleksi kehilangan, duka tetap sama saja rasanya. Sesak, entah di bagian mana. Bahkan sekalipun jika ada yang mencoba bersandiwara, sesak itu tak akan hilang. Hingga akhirnya seseorang menemukan sudut tergelapnya. Merapat, untuk sekedar meronta. Menumpahkan gusar dan menangisi perpisahan.

pict source: weheartit.com

Ada lagi yang berempati Tuhan. Meski bukan bagian dari kehilangan, semua berusaha mehamai. Menghirup dalam-dalam kesedihan yang sekilas ia nikmati. Entah karna atas nama solidaritas, atau duka yang sama seperti terekam kembali. Dalam kisah yang dibingkai berbeda. Jangan tanya mengapa, karna semua paham betul, menjadi tulus itu tidak mudah.

Ada lagi yang melambai Tuhan. Menyelipkan selamat jalan, dalam doa yang paling dalam. Walau tanpa pelukan hangat atau kecupan perpisahan. Tak ada lagi yang dapat dipertahankan. Yang pergi sudah tenang terjaga. Mungkin Kau sudah merangkulnya, membiarkan yang berduka memaknai arti sebuah pertemuan. Meski harus dengan kehilangan.

No comments:

Post a Comment