Monday, 31 December 2012

album 2012

pict source: edwardwillett.com

Januari ...
Bulan pertama aku menuliskan cerita awal tahunku, memasang foto di tanggal baru, dan tersenyum menerawang hingga akhir tahun. Tidak banyak cerita, hanya mungkin sebatas emosi bahagia memuali lembaran baru. Tanpa perlu melupakan 2011, tahun ini tetap harus berjalan.

Ferbruari ...
Semua saling berbagi satu sama lain, bulan kasih sayang katanya. Toko-toko coklat pun dengan bahagia mengumumkan kenaikan penjualannya. Mengapa harus pada Februari? Sedangkan aku ingin mencintai di setiap harinya dan di setiap bulannya. Entahlah, mungkin ini seperti cerita rakyat yang sudah bersarang. Dan aku? Tak satu coklat pun beralamatkan namaku.

Maret ...
Jika orang-orang masih menikmati suasana awal tahun, aku tidak. Statusku sebagai mahasiswa S1 seperti membuatku tidak boleh mengenal lelah. Karna setiap waktu yang berlalu adalah pelajaran. Ya, harus selalu belajar sekalipun dalam keadaan terjepit sekaligus. Bukan untuk ujian tengah semester saja, tapi untuk diri sendiri.

April ...
"Jika ingin tau rasanya berdusta, nikmatilah awal bulan ini." Lelucon jadul ini sepertinya sudah tidak begitu terdengar. Seperti basi. Namun masih ada saja yang memainkan permainan lama ini. membuat kebohongan lucu sebagai bentuk pertemanan yang tak akan berakhir..

Mei ...
Tidak ada yang istimewa dengan bulan Mei. Hanya sebatas dikenang sebagai bulan kelima sejak awal tahun 2012 datang. Rasanya lima bulan berjalan dengan datar. Dan hidupku hanya sebatas normal. Kuliah, organisasi, kost.

Juni ...
Kembali dalam rutinitas Maret. Sprint sekencang mungkin mengejar kemalasan beberapa minggu yang lalu. Rasanya "sistem kebut semalam" sudah menjadi gaya belajar mahasiswa jaman sekarang. Sama seperti aku. Hahaha.. Jangan ditiru sebaiknya.

Juli ...
1 Juli 2012 yang benar-benar membosankan. Walau tak pernah benar-benar memandang istimewa hari kelahiran, tapi tahun ini benar-benar semakin membuat ulang tahun semakin terasa tidak istimewa. Yah, tapi memang selalu seperti itu. Semakin tahun ulang tahun semakin ingin dilupakan. Ahh!

Agustus ...
Indonesia sudah merdeka untuk 67 tahun, tapi rasanya aku sendiri belum benar-benar merasa merdeka. Selalu saja masih merasa terkekang dengan segala bentuk rutinitas hidup. Entah kapan rasa tulus itu datang, mungkin perlu ratusan tahun Indonesia merdeka.

September ...
"September Ceria" lagu Vina Panduwinata ini sepertinya terlalu banyak berangan-angan. Kenyataannya tidak ada hal baru yang datang. Hanya manusia-manusia itu saja. Bukan bermaksud mengatakan kebosanan, tapi aku butuh bertemu sesuatu yang baru. Tidak ada yang begitu ceria dengan dunia yang datar.

Oktober ...
Selamat ualng tahun Bunda. Walau tak kuucapkan secara langsung, aku berusaha mendoakan hari kelahiranmu. Karna belakangan ini ulang tahun menjadi sesuatu yang tidak begitu special, aku memilih diam dan tidak menghadiahkan apapun. Namun barang semewah apapun yang aku persembahkan, hadih terbesar yang kauharapkan tetap keberhasilanku.

November ...
Belum genap satu bulan, 7 November datang seperti tahun-tahun sebelumnya. Walau Ayah bukan penganut faham "ulang tahun", namun rasanya ucapan selamat ulang tahun cukup membuatnya haru. Aku mencoba menanggalkan "selamat ulang tahun" dalam berbincangan telfon seluler kami. I love u Dad.

Desember ...
Desember still SUCK like other.. Bahkan aku mengakhir 2012 dengan segala kejenuhan batin. Semua sepertinya lupa bahwa kita hidup bersama. Bukan dalam bagian-bagian yang terpisah.

No comments:

Post a Comment