Sunday, 16 December 2012

Ada yang Hilang

"Kemana perginya aroma kopi pahit yang menemani dialog dini hari?"
Pekatnya yang membuat semua terjaga dalam waktu yang terus memanggil untuk terlelap. Hangatnya yang membuat semua tidak pernah ragu untuk menghadapi malam yang kurang bersahabat. Ampasnya yang selalu menyisakan cerita di dasar gelas plastik. Rasa gula yang tidak mendominasi membuat semua tak pernah lupa untuk saling membungkus hati. Campuran sederhana yang membuat semua saling menerima keterbatasan satu sama lain. Brand gopekan yang membuat semua sadar bahwa pertemuan tak harus mahal.

"Kemana perginya alunan gitar yang menyelipkan tawa di antara rutinitas?"
Senar yang hanya tinggal tiga baris membuat semua kami yakin bahwa tak perlu sempurna untuk bahagia. Tubuh lekuknya yang memperkenalkan tawa dalam kebersamaan. Label abal-nya yang membuat kami percaya diri walau dengan kesederhanaan.

"Kemana?"
Walau hanya sebuah rutinitas sederhana, namun sepertinya semua sudah terlalu sering melupakan. Tidakkah ingat bahwa kesederhanaan yang membawa semua dalam sebuah nama yang sama. Kebersamaan yang membuat semua belajar untuk saling melengkapi. Ya, lebih menghargai perbedaan.

Ada yang hilang, itu saja.

No comments:

Post a Comment