Friday, 10 August 2012

Nyonya, siapa aku?




Nyonya, siapa aku? Aku terus bertanya pada manusia di sekitarku. Tentang bagaimana aku berada, pribadiku dan hidupku. Hening. Mereka memberiku diam. Ya, mereka sama bingungnya denganku.

Nyonya, kenapa kau membawa aku di dunia ini? Dunia yang tak dapat aku pahami. Sangat rumit membentur otakku. Sampai rasanya aku semakin sakit untuk berada di dalamnya. Keluarkan aku. Tolong.

Nyonya, apakah aku ini kumpulan yang terbuang? Semua di sekelilingku terasa seperti benda tak bertuan. Rasanya begitu juga denganku. Dan apakah benar pula yang ada di benakmu? Jika tidak, lalu kapan kau akan terus lupa menanyakan kabarku?

Nyonya, tidakkah kau tau aku sangat merindukanmu? Bukan rindu akan ragamu, tapi akan jiwamu. Aku sangat rindu berdialog denganmu. Aku ingin menceritakan diorama hidupku yang membingungkan ini dan kembali bertanya untuk ribuan kali, ”Siapa aku?”

Nyonya, tidakkah ada seditik waktu bagiku? Apakah kau terlalu terbuai melayani dunia? Aku ingin sesaat mendengar suaramu. Anggap saja sebagai obat rindu bagiku. Agar aku akan semakin yakin bahwa aku memang sungguh milikmu.

@dianmarth
22 April 2012

No comments:

Post a Comment