Sunday, 23 June 2013

kau dan rasa

pict source: weheartit.com

Sudah terlalu banyak literatur rasa yang kupas dalam. Setiap katanya kucerna dengan lamat-lamat, hingga tak satupun terlewatkan. Menghabiskan hampir seluruh waktu tidurku, menuliskannya kembali karna aku selalu takut pikunku akan kambuh kapan saja.

Jika kau bertanya apa yang aku cari? Aku sedang mencari dirimu. Kau menghilang, dan mungkin saja terselip di antara jutaan buku yang menceritakan tentang apa itu rasa. Karna kepergianmu tidak pernah jauh dari semua yang dikatakan lembaran-lembaran hati. Kau mengembara untuk hal sesederhana ini, aku yakin.

Entah di bagian mana yang sempat terlewat, aku tidak kunjung menemukan jiwamu. Bahkan jejak raga pun tidak ada yang membekas. Hanya sesak di antara sadar dan lelap. Dan semua tumpukan kata yang aku rangkai selalu terasa tak bernyawa. Sesuatu yang besar selalu lupa kutambahkan di dalamnya.

Hanya dengan ketidaktahuan, aku dapat beralibi. Hidupku yang bahkan hampir tak pernah terisi dengan rekam momen. Sama saja dengan berjalan tanpa jiwa. Bahkan untuk mengecap apa yang selalu kubaca saja sulit. Sekalipun semua selalu mengajariku tentang bagaimana menikmati secangkir cinta dan rindu, tapi selalu saja hambar bagi lidahku.

Mungkin semua akan tetap seperti ini. Sampai kau sendiri yang datang dan mengajarkan aku tentang bagaimana mencerna semua yang tabu bagi diriku.


No comments:

Post a Comment