Wednesday, 15 May 2013

Hai, selamat ...

pict source: weheartit.com

Hai, selamat petang pujangga. Masih betah bergemelut dengan "lemah"? Membahasakan setiap ketidakmampuanmu dalam sebendel curahan hari. Membiarkan semangatmu hanya tersimpan dalam lembaran-lembaran beralamatkan dirimu sendiri.

Hai, selamat malam pemendam. Bukankah sahabat rasamu sudah ingin terlelap? Walau serasa lembut mengunyah setiap bait dukamu, pangkal perutnya sudah mulai terasa nyeri. Dia butuh ruang untuk mencernanya. Mungkin dalam satu peristirahatan.

Hai, selamat pagi pemimpi. Tidakkah kau ingin mencium aroma mentari? Di luar jendela lelapmu, suara-suara kicau sudah mulai membagikan berkahnya. Menghadiahkan "nyata" bagi yang mampu bebas dari jaring-jaring mimpinya. Karna sebatas angan, tak lebih dari sekedar renungan.

Hai, selamat siang penanti. Berapa waktu lagi kau akan mengurung diri? Memilih bersembunyi karna enggan merasakan gusar. Berharap seseorang datang membawa beberapa ulur empati. Berdoa agar kesendirianmu ini merupakan jalan yang paling menenangkan.

Hai, selamat berpisah perasa. Maukah kau membebaskanku dari luapan pikirmu? Aku lelah melayani ketidakyakinan hidupmu. Bahkan jika harus mensakralkan kepergian, aku akan menyalamimu di muka. Tak lagi melambai dari belakang punggungmu.

Hai,

Kau lebih dari apa yang kau perkirakan atas dirimu

No comments:

Post a Comment