Wednesday, 3 April 2013

Hanya

pict source: ismimei.wordpress.com

Untuk apa aku menjabarkan bahasaku dalam bendel cerita.
Jika akhirnya hanya seperti berdialog dengan diri sendiri.
Memojok dalam jeda antara sadar dan lelap.
Memutar ulang lembaran yang sudah menjadi sejarah.

Untuk apa aku menyelipkan namamu dalam setiap dongengku.
Jika akhirnya tak ada yang pernah kuupayakan.
Memilih menguncinya teramat rapat.
Sebagai bagian dari mimpi yang tak mungkin dilupakan.

Untuk apa aku menghabiskan sebotol pil tidur.
Jika akhirnya apa yang kurasa hanya hidup dalam lelapku.
Sebatas bunga selamat malam yang meneduhkan.
Menyisakan senyuman di ujung petang.

Lalu..

Untuk apa aku membingkai setiap ruang yang mengikat kita.
Jika akhirnya semuanya tak lebih sekedar benda semu.
Dan apa yang aku perangi dalam gemelut rasa.
Hanya sebatas klise tidur panjang kemarin malam.

No comments:

Post a Comment