Monday, 27 September 2010

KISAH BODOH CINTA PERTAMA


Cerita ini dimulai ketika aku menjadi siswa baru di sekolah swasta. Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas dua SD.
Pertemuan pertama kami saat di koridor sekolah. Kami belum saling mengenal saat itu, hanya sebatas bertemu mata lalu berlalu. Mungkin sejak saat itu aku mulai sedikit memperhatikannya.
Pertemuan keduaku dan seterusnya berjalan seperti biasa. Itu karna kami belum saling mengenal. Namun entah mengapa, perasaanku terasa sedikit berbeda setiap kali bertemu dengannya. Sampai suatu saat temanku memperkenalkanku kepadanya.
Ternyata dia orang yg cukup menyenangkan, itu kesan pertama yg terlintas di benakku saat mengenalnya.
Sejak saat itu, setiap bertemu kami saling melempar senyum. Dan satu hal lagi yg terlintas di benakku,”huaa . . . senyumnya manis.” (haha :D dasar anak kecil)
Setelah naik kelas tiga SD, kami ditakdirkan untuk satu kelas. Dan itu memperlebar kesempatanku untuk bertemu dengannya.
Jujur, aku sama sekali belum mengenal kata “suka” atau “cinta”. Ahhh! Itu kata-kata yg terlalu berat bagiku. Setiap kali aku bertanya kapada Ayah dan Mama, mereka hanya berkata bahwa aku masih terlalu kecil. Huhh! Mau bagaimana lagi, aku cuma bisa bergumam kesal dalam batin.
Tanpa kusadari, teman dekatku menyadari “tingkah anehku”dan mengambil kesimpulan bahwa aku suka pada pangeran kecil itu. (maaf kata-katanya lebay) Aku hanya tertawa sambil menggeleng, jujur aku malu mengakuinya sekalipun untuk temanku yg satu ini. Mungkin lebih baik hanya aku dan Tuhan yg tau.

Hari-hariku di sekolah dasar terus berjalan, aku senang dapat melihatnya setiap hari sebagai seorang anak kecil yg polos. Ia selalu membuat suasana kelas terasa menyenangkan dan sedikit ramai.

Suatu hari aku melihat sebuah acara di televisi. Di balik layar kaca itu, seorang gadis memberikan hadiah kepada pria yg ia senangi. Jujur aku merasa bodoh saat itu, mau-maunya dipengaruhi acara televisi yg jelas-jelas ga mutu. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga anak kecil.

Akhirnya dengan penuh malu-malu aku membawa hadiah itu ke sekolah. Tentunya tanpa sepengetahuan orangtuaku . Hadiahnya simpel, cuma sebuah komik digimon full color yg dibeli dari uang THR. (N.B : saat itu komik digimon sedang tren)

Sayangnya karna malu, aku tidak berani memberikannya langsung. Hadiah itu ku selipkan di dalam lockernya, tanpa menuliskan namaku. Tak lama setelah itu aku mendapat berita buruk, komik yg aku beli ternyata udah “basi” alias udah edisi jadul. (maklum, aku belum suka baca komik, ga update, dan cuma asal denger) Huaa, entah apa yg ada di pikiranku, kesal, malu, sedih. Dan sejak saat itu aku berjanji tidak akan memberikan apapun kepada anak laki-laki. Haha, anak kecil itu cepat marah yaa.

Untungnya kejadian itu ga bikin kita jadi musuhan, justru aku merasa kita jadi lebih banyak bicara dibandingkan sebelumnya. Namun semenjak kejadian itu aku jadi males setiap ketemu dia. Jujur aku masih kesel banget waktu tau komik yg susah-payah aku beli pake duit THR itu malah dia kasih ke orang lain. (huhu. Menyedihkan sekali)

Waktu berlalu dan aku mulai menginjak kelas 4 SD. Namun Tuhan tidak mentakdirkan kami untuk satu kelas. Dan semenjak saat itu kami jarang berbicara.

Karna pada dasarnya aku masih seorang anak SD, aku dapat dengan mudah menghapus perasaan sukaku itu dan beralih “melirik” teman sekelasku. Orang yg jauh lebih dan lebih dari “cinta pertamaku”.

N.B : note ini bukan cerpen atau cerita fiksi . note ini dibuat semata-mata hanya utuk berbagi kisah konyol masa kecil yg tak terlupakan. Terima kasih sudah membaca.

No comments:

Post a Comment