Friday, 17 May 2013

Semua akan indah pada waktunya


pict source: tumblr.com

"Dari puluhan yang datang dan pergi, apakah mungkin ada satu saja namamu di dalamnya. Setidaknya hanya sekedar melintasi muka rumahku. Walau tak pernah punya hati untuk sekedar mengetuk, aku cukup bersyukur, karna cemas itu mulai pudar."

Mungkin kau tak akan pernah menanyakan, mengapa semua tulisan-tulisan rasa ini selalu beralamatkan namaku sendiri. Seakan-akan aku tak punya cukup ruang untuk berdialog dengan diriku sendiri. Tapi pernahkah kau ingin tahu, bahwa setiap pucuk surat itu selalu mengisahkan seseorang yang sama. Seseorang yang bahkan tak pernah bosan aku diskusikan dengan pena, kertas, dan sepucuk amplop merah jambu.

Mungkin kau tak akan memahami, mengapa seseorang memilih menunggu dengan dirinya sendiri. Membiarkan mimpinya hanya menjadi angan-angan dalam ruang-ruang hatinya. Berharap seseorang yang dipuja akan memilihku sebagai pemberhentian. Entah untuk sekedar berehat lalu pergi lagi, atau mungkin akan menetap dan tidak melanjutkan perjalan. Semua tetap terasa sama, karna bagiku bahagia itu adalah dirimu.

Mungkin kau tak akan berempati, mengapa seseorang memilih menjadi pemendam daripada menjadi pengungkap. Menyimpan puluhan bahkan ratusan rasa-rasa dalam pundi-pundi terdalam. Membiarkan setiap cerita menjadi investasi hati yang paling mahal. Dan jika saatnya tiba, maka semua akan menjadi harta yang tak pernah dapat terukur kadarnya.

Mungkin karna aku yakin akan satu hal ...

"Semua akan indah pada waktunya"

No comments:

Post a Comment