Saturday, 30 October 2010

moderator yang tidak pantas dipanut :(

Saya lupa tepatnya hari apa, saya menawarkan diri jadi moderator gerwani (n.b : acara rutinnya indikator). Agak pede dan penuh gaya juga karna ngerasa sebelumnya udah pernah jadi moderator (sebenernya cuma moderator diskusi kelas). Setelah hari demi hari berjalan, ternyata muncul juga rasa yang namanya males.. Mulai deh ada otak otak mau kabur dari tanggung jawab. Tapi sayangnya saya bukan orang yang gampang lepas tanggung jawab gtu aja.. Lebih tepatnya saya orang yang cukup bertanggung jawab. (astaga narsis banget).


Oke sekarang kita masuk ke hari "H". Hari di mana saya akan mempertanggung jawabkan apa yang saya lakukan entah di hari apa.. (maksudnya waktu saya mengajukan diri). Hiks agak ogah-ogahan juga. Maklum yee manusia, yang baca tulisan ini pasti pernah mengalami "ogah-ogahan" yang sama walau dengan kasus yang berbeda.. Tapi sekali lagi, saya orang yang bertanggung jawab.. hahha :D
Setelah persiapan yang saya rasa "cukup". Tanya sana sini, belajar sana sini. (bohong banget! aslinya cuma belajar sama ka Kris) Waktu menunjukkan pukul 06.00 sore teng, saya langung dengan segera tancap gas dengan status motor pinjaman. -__-" Baru saja mau "ngeenng" (suara gas motor) tau tau "bblleeesss" (suara hujan). Dan taulah bagaimana muka saya. Deskripsi : mata melotot agak syokk, tangan geram, hati kesal, lengkap! Berhubung saya malas untuk balik ke kamar, saya memutuskan nangkring di motor sambil menonton opera hujan di malam hari.. Indah tapi memilukan.
Semenit, dua menit, tiga menit lama-lama dingin juga.. Baju panjang saya pun tidak lagi dapat memerangi dingin yang merasuk.. (sejenak merasa tulisan saya agak melow melow -__-") Dan akhirnya saya masuklah kekamar..
Setelah penantian yang tidak begitu lama, hujan reda.. Sms yang masuk ke hape saya pun semakin banyak.. intinya saya harus segera datang.. Lalu berangkatlah saya, masih dengan status motor pinjaman.

Sesampainya di indikator, tidak perlu menunggu terlalu lama dan acara di mulai.. Kesan pertama saya terhadap diri saya sendiri adalah : moderator yg tidak begitu baik di pembukaan. (menyedihkan) saya yakin audience juga merasakan hal yang sama.. Gerwani berjalan, dan saya bukannya berjalan, malah mundur.. Saya semakin buruk karna kodisi waktu yang semakin larut. Untuk ukuran moderator saya terlalu pasif dan diam. Salah seorang audience menyadari kalo saya ngantuk.. OMG, benar-benar bukan etika seorang moderator.. Tapi apalah daya saya, ra sa kantuk semakin terasa berat. (ayoo dian bertahan).
Pada akhir acara saya merasakan ada sedikit peraihan tugas, ada yang membantu saya menutup acara gerwani malam jumat itu.. haha. Sungguh bukan contoh moderator yang baik.. Akhirnya acara selesai dan segeralah saya pulang karna kantuk yang semakin meradang.. (amiitt, kata-katanya lebay..)

P.S : Jangan ditiru yaa.. Paragraf diatas sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri moderator yang baik.. Sebaiknya anda membaca buku-buku tentang cara menjadi moderator yang baik sebelum membaca ini. (peringatan yang hadir terlambat)

No comments:

Post a Comment